Oleh : Badrun
Dalam berdo’a, setiap harinya Nabi Muhammad SAW hanya meminta tiga perkara
kepada Allah SWT. Do’a beliau adalah Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa
syukrika wa husni ibaadatik.... Inilah doa yang selalu dipanjatkan beiau.
Mengapa hanya tiga perkara ini? Tentu hal ini sangat penting. Pertama, memohon agar
selalu berdzikir/mengingat kepadaNya. Karena Allah
akan menemani orang-orang yang mau berdzikir dan selalu ingat Allah kapanpun
dan dimanapun. Jadi, tidak main-main dengan orang yang ahli berdzikir ini.
Dalam kondisi dan situasi kapanpun Allah akan selalu menemani orang-orang yang menyempatkan
waktunya untuk selalu berdzikir kepada Allah. Dibanding dengan teman lainnya,
tentu sangat berbeda. Baik itu orang tercinta, anak, keluarga, bahkan sahabat
paling dekat sekalipun tak akan sanggup untuk menemani seseorang selamanya.
Manusia hanya mampu untuk menemani pada waktu hidup saja. Tak akan mungkin
selamanya. Terakhir adalah ketika mengantar jenazah di gerbang menuju alam
selanjutnya, yaitu alam barzah. Sedangkan Allah yang akan menemani kapanpun.
Baik ketika masih hidup maupun ketika sudah mati kelak. Teman sejati hanyalah
Allah semata. Tentu ini bagi mereka yang selalu ingat Allah ketika masih hidup
di dunia. Syukur-syukur ketika akan mati kita meminta dalam keadaan berdzikir
kepada Allah. Jangan sampai dalam keadaan su’ul khotimah. Inilah doa yang
diminta oleh Nabi kepada Allah agar selalu menemani kapanpun.
Kedua, Wa Syukrika.... dan bersyukur kepada-Mu. Nabi meminta agar dapat menerima dan selalu bersyukur
terhadap segala pemberian Allah. Allah sangat mencintai hamba-hambanya yang
ahli bersyukur. Jadi jika diibaratkan ketika seseorang akan ambil gambar,
tukang foto yang senang dan peduli kepada yang difoto tadi tentu akan menentukan
posisi terbagus ketika dipotret. Dari mulai kepala hingga ujung kaki posisi
terbaiknya seperti apa. Terlebih dalam hal ini urusan kematian. Allah tentu
akan memilihkan posisi paling baik ketika nanti seseorang akan dimatikanNya.
Sehingga orang yang bersyukur akan dimatikan dalam keadaan terbaik oleh Allah.
Inilah janji Allah kepada orang yang mau bersyukur. Akan diposisikan dalam
keadaan terbaik.
Ketiga, wa khusni
ibaadatik....dan memperbagus ibadah kepada-Mu. Jadi yang diminta Nabi adalah kebagusan dalam beribadah. Setiap hari
berharap ibadahnya semakin bagus dan meningkat kualitasnya. Jika bagus
ibadahnya, tentu dunia akan mengikuti. Namun jika ibadahnya kurang bagus, tentu
dunia pun menjauhi sehingga kesusahan selalu menghampiri. Inilah tiga pokok
do’a yang selalu dipanjatkan oleh Nabi kita. Tentu kita sebagai ummatnya patut
untuk mencontohnya, meski sangat berat dalam menjalankannnya. Setidaknya
sebagai manusia agar senantiasa berusaha dan memohon yang terbaik kepadaNya.
Pengajinan Rutinan Malam Selasa Abah Naimul
Wain






COMMENTS