Oleh : Oki Dwi Rahmanto
Cerita Santri Gaul, yang biasanya memakai sarung ,peci Salah satu rangkaian dalam acara perayaan hari santri yang diselenggarakan pada tanggal 26 -30 Oktober 2016 di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu pentas kesenian dan musik. Acara tersebut di meriahkan dengan mengundang band-band ternama di Indonesia, salah satunya yaitu Band Slank. Penampilan Slank dalam acara tersebut diselenggarakan tepatnya pada hari Juma’at (28/10/2016) di Maguwoharjo, Sleman. Dari sekian lagu lama yang dinyanyikan, seperti Ku Tak Bisa Jauh Darimu, Tong Kosong Bunyi Nyaringnya, Virus maupun yang lainnya mampu membius ribuan warga jogja dalam gelaran perayaan tersebut.
Slank
merupakan Band legendaris yang terkenal akan banyaknya Fans yang hampir
tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Acara tersebut juga dibarengi dengan
adanya pemilihan duta santri nasional 2016 yang digagas oleh Pengurus Pusat
Rabithah Ma’hadi Islamiyah NU ( PPRMINU
). Slank pun kembali menjadi sorotan masyarakat luas khususnya dari kalangan
santri kaitannya dengan dinobatkannya Slank menjadi Duta Santri Nasioanal 2016.
Namun pemilihan ini dirasa masih menimbulkan pro dan kontra. Alasanya simple mengapa pihak PPRMI-NU menobatkan
Slank menjadi duta santri nasional? Karena kita ketahui Duta Santri bukanlah
hanya menjadi simbol belaka akan tetapi duta santri merupakan cerminan dari
santri itu sendiri.
Pasalnya
bila dipandang secara kasat
mata, kita ketahui band legendaris tersebut
sangat jauh dari sosok santri, bahkan lagu-lagu yang dibawanya tidak
mengarahkan ke genre dakwah. Ditambah
lagi dengan adanya foto-foto setengah telanjang yang banyak tersebar di dunia
maya. Dari fakta diatas mungkin akan terbesit dibenak kita apakah PPRMI-NU
salah memilih duta santri nasional 2016? atau ada alasan lain kah? Tapi bila
kita melihat dari banyaknya Fans slanks/slankers yang tersebar di Indonesia, mungkin
pihak PPRMI-NU mencoba mengenalkan
terhadap masyarakat luas apa itu pesantren dan apa itu santri.
Dikutip
dari kr.jogja.com ketua PPMI-NU Abdul
Ghofar Rozirn mengatakan, “selama ini Slank dianggap jauh dari santri dengan
slankersnya yang memang memiliki cara
hidup yang beragam. Tapi disini kami ingin sampaikan bahwa pesantren welcome
pada slankers dan sebaliknya slankers bisa dekat dengan pesantren, “ Ungkapnya.
Selain itu,
Slank juga tampil berbeda di Maguwoharjo, pasalnya Slank juga menggunakan
sarung dalam pentasnya. Sementara untuk penonton yang ingin menyaksikan Slank
dalam konser bertema “ nyantri bareng slank” ini panitia tak mematok harga
tiket masuk. “ gratis tapi syaratnya semua harus menggunakan sarung, kalau
tidak membawa besok di pintu masuk dijual sarung dengan harga yang
sangat-sangat murah, itu aja syaratanya,” imbuh Ghofar.
Dari
kutipan diatas kita dapat mengambil garis merah mengapa PPMI-NU menobatkan
Slank menjadi duta besar santri 2016? apabila kita telisik lagi, NU merupakan organisasi
yang sangat terbuka dan toleran terhadap masyarakat, dari sini lah PPMI-NU
mencoba merangkul Slank dan Slankersnya untuk dekat dengan pesantren dan
mengenalkan terhadap bahwa pesantren sangat welcome terhadap semua
lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Selain itu PPMI-NU juga mencoba
mengenalkan apa itu budaya santri dan indahnya hidup menjadi santri seperti
halnya himbauan memakai sarung ketika konser bagi slank atau slankers yang mana
hal tersebut merupakan budaya santri itu sendiri.
Tanpa
kita sadari Slanks dalam setiap aksi manggungnya juga selalu mengingatkan terhadap
Slankers untuk tidak terjerumus kelembah hitam, seperti mabuk-mabukan, narkoba,
bahkan agar selalu piss terhadap
Slankers yang lain supaya tidak jotos-jotosan
dalam menikmati musiknya. Menurut hemat penulis hal ini merupakan usaha Slank
untuk berdakwah dan memberi pemahaman terhadap penggemarnya agar menjauhi hal
terlarang tersebut.
Dari
uraian diatas mungkin kita patut pahami juga “ Menilai orang dari luar adalah salah satu hal termudah di dunia.
Padahal jangan lupa, kita diprogram untuk mampu mengerti berbagai macam nuansa.”
Memahami seseorang bukanlah dari segi penampilan saja atau latar belakangnya,
tapi lihatlah juga dari hal positif yang dilakukannya.[]






COMMENTS