Guratan sajak alam menyisir tepi
Torehkan poros kehidupan insani
Pasir putih dan kisah penuh misteri
Sisiran ombak deburkan harmoni Ilahi
Kulihat kau melintas di depan mata
Berjalan di bawah mentari, dan aku bahagia
Setelah itu hujan memisahkan kita, dengan
perasaan
yang belum sempat disentuh dan diuraikan
kata-kata
Sesak nafas berhembus mengucap peluh
Seperti gelas yang berjatuh dan mengaduh
Temu memang sering menyisakan sebatang kisah
tentang teduh atau keluh
Dengan sepotong kesadaran, aku berpikir
Tuhan pun memberikan ilham dari ciptaaan-Nya
Mata hari yang tenggelam di ufuk Barat
Gegas Ku beranjak, mengumpulkan tenaga
Dan membulatkan tekad. Kuputuskan diri untuk
Melepaskan panah cintaku dengan busur ketulusan
*Asy Syafi’
Kotabumi, 2016






COMMENTS