Oleh : Hakiki
Sebagaimana tradisi yang terjadi di
lingkungan masyarakat, umumnya masyarakat
gemar merayakan Hari Lahir atau Anniversery dengan mengadakan sebuah
pesta-pesta, baik dalam skala besar maupun kecil. Begitupun di lingkungan PPLQ,
Anniversery yang tepatnya pada tanggal 09/02 kemarin. Pengurus pondok
mengadakan beberapa acara yang tergolong besar dalam menyemarakan Anniversery
yang ke 17 ini. Di antaranya Khataman Al-Qur’an (Muqaddaman), Festival Seni Hadroh
dan Kompetisi Futsal Santri se-DIY.
Kamis (09/02) dinihari, para santri
mengawali Khataman Al-Qur’an dengan target 17 kali. Khataman ini merupakan
bentuk syukur kepada Allah SWT atas berdirinya LQ selama 17 tahun ini.
Pembacaan Shalawat Simtu al-Durrar yang dilaksanakan pada malam harinya menjadi
penutup khataman, yang bertepatan dengan rutinan Haul K.H Abah Najib Salimi yang
diikuti oleh Jama’ah pengajian rutinan malam selasa dan Jum’at Legi.
Festival Seni Hadroh se-DIY merupakan
salah satu kegiatan harlah yang diadakan di PPLQ tahun ini. Festival perdana
ini melibatkan 19 grup Hadroh se-DIY, yang bersaing dalam memperebutkan juara.
Festival yang melibatkan beberapa pondok ini bertujuan untuk menjalin ukhuwah
antar pondok pesantren. Seperti yang dikatakan Abah Nai’mul Wa’in dalam
sambutannya, “Syukur-syukur bukan hanya saling kenal, tapi juga bisa ada
tindak lanjutnya. Awalnya kenal, tapi akhirnya ada tindak lanjutnya,” ujar
Abah Naim yang disambut sorak santri putra dan putri.
Liga Futsal pun menjadi sorotan dalam
rangkaian harlah PPLQ, kompetisi futsal ini merupakan liga futsal santri kedua
kalinya yang diadakan PPLQ dalam memperingati Harlah. Lomba serupa telah
diadakan pada harlah tahun lalu. Namun pada lomba kali ini melibatkan lebih
banyak tim futsal dari berbagai pondok pesantren se-DIY, yakni sebanyak 24 tim.
Walaupun demikian, teladan santri tidak akan hilang hanya memperebutkan satu
bola. Justru dalam kegiatan ini, santri menjadi contoh teladan dalam permainan
keras seperti futsal. (Hk)










COMMENTS