Kegiatan pembelajaran dan pengajian kitab Tahun Ajaran 1436 H di PP. Al Luqmaniyyah Yogyakarta telah usai. Para santri, ustadz, serta
seluruh warga pondok pesantren mensyukurinya dengan mengadakan acara Tasyakuran
Khotmil Kutub di masjid pesantren. Selain itu, K.H. Chudlori Abdul Aziz
pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Ngrukem yang juga merupakan ayahanda
pengasuh sendiri pun menyempatkan untuk rawuh pada malam itu.
Beliau sedikit banyak memberikan tausiyah dan nasehat kepada para santri.
Beliau juga berpesan kepada para santri untuk terus melestarikan tradisi dan tradisi
pondok pesantren salaf. Dengan selalu mengistiqomahkan jamaah sholat lima
waktu, mujahadah, mengkaji kitab-kitab kuning, serta hidmah kepada pondok pesantren.
Inilah kunci pokok agar pondok pesantren salaf tetap terus eksis dan tetap dapat
menjadi tonggak berdirinya bangsa seperti pada masa penjajahan dahulu.
Sebelumnya Ustadz Abul Abas mewakili dewan asatidz juga menyampaikan
sambutannya. Beliau berpesan kepada para santri agar tak melupakan apa yang
telah dipelajari selama setahun. Di samping itu juga agar selalu mengamalkan
ilmu yang telah didapatkan. Karena dalam pepatah dikatakan, “Ilmu yang tidak
diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah”.
Sarasehan “Budaya sebagai Media Dakwah” dengan K.H Muwaffiq sebagai
narasumbernya dan dimoderatori oleh saudara Fata Asyrofi Yahya pun menjadi
pertanda dimulainya rangkaian acara haflah. Dengan dipukulnya gong oleh K.H
Ahmad Nasihin (Gus In), acara pun dimulai. Acara demi acara dapat dilalui
dengan lancar dan berlangsung meriah hingga akhir. Meskipun ada sedikit
kendala, namun tak mengurangi antusiasme para santri menyimak dan diberi
kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kepada K.H Muwaffiq.
Munaqosyah Kelas Alfiyyah
Tsani juga ikut mengisi rangkaian acara haflah. Setiap tahunnya munaqosyah
selalu diadakan untuk mengevaluasi keilmuan santri yang selama ini telah
didapatkan di pesantren. Serta untuk menjadi pertimbangan apakah santri
tersebut layak untuk diluluskan atau tetap tinggal di kelas Alfiyyah guna lebih
mendalami lagi pengkajian kitab-kitab yang dianggap belum dikuasai.
Berbagai lomba pun ikut menyemarakkan haflah pada tahun ini. Berbagai
kesibukan untuk mempersiapkan segala sesuatunya mulai terlihat. Para santri
mulai sibuk menyiapkan berbagai lomba yang diadakan oleh seksi acara. Berbagai
perlombaan yang diadakan seperti Lomba Cipta Lagu, Lomba Desain Cover Kitab,
Lomba Video Tutorial Ibadah, Lomba Futsal (Khusus Putra), Lomba Menghias Kue
Tart dan Membuat Es Kelapa Muda (Khusus
Putri), Cerdas Cermat Santri, dan masih banyak yang lain. Setiap kamar berusaha
semaksimal mungkin untuk berekspresi dan menampilkan yang terbaik.
Acara puncak haflah diawali dengan Qiyamul Lail serta sema’an Al Qur’an
selepas sholat Shubuh. Dilanjutkan dengan pengajian sema’an Al Qur’an pada
malam harinya dengan pembicara K.H Ashari Abta. Muhafadhoh bagi para santri
dari kelas paling awal atau I’dady hingga Kelas Takhtim dilaksanakan
pada malam harinya. Pengajian akbar adalah acara inti dari serangkaian kegiatan
haflah. Pengajian akbar ini mengundang pembicara KH.
Izzudin Abdurrahman, L.c yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo
Magelang. Beliau adalah pembicara wajib pada setiap acara haflah PP. Al
Luqmaniyyah. Kemudian pembicara keduanya adalah Prof. Dr. KH. Said Aqil Husin
Al Munawwar. Beliau merupakan mantan Menteri Agama RI pada Kabinet Gotong
Royong (2001-2004). Saat ini beliau aktif sebagai dosen di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta. Selamat dan sukses Haflah At Tasyakkur Lil Ikhtitam Yang
Ke 16 PP. Al Luqmaniyyah Yogyakarta !! Semoga berkah selalu menyertai para
santri dan pondok pesantren salaf semakin jaya !!
Charis dan Zakka






COMMENTS