Oleh : Zakka
Ibnu Fu’ad Hasan
Perkembangan media cetak dari masa ke masa berkembang dengan pesat mengikuti perkembangan teknologi
komunikasi. Semakin lama semakin mudah untuk diakses. Berawal dari penemuan
mesin cetak oleh Guttenberg dan digunakan untuk membuat Kitab Injil, Mazarin
Bible. Selanjutnya, pada tahun 1833 Bunyamin Day meluncurkan surat kabar New
York Sun secara besar besaran.
Semenjak itu, masyarakat dunia mulai mengenal
media cetak dan mendapatkan berbagai informasi melalui media cetak. Menurut
Denis Mc Quil, media cetak digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan budaya,
seni, simbol, pengembangan mode, norma-norma, gaya hidup, dan tata cara.
Kita
mengenal media cetak yang menggunakan teknologi analog kita sebut media
konvensional dan media cetak yang menggunakan teknologi digital, kita sebut dengan
Media Baru. Menurut ramalan Philip Meyer dalam bukunya yang berjudul “The
Vanishing Newspaper”, koran akan punah pada tahun 2040. Media cetak di Eropa
perkembangannya semakin tidak bagus, oplah koran di Rumania merosot tajam
pascha krisis ekonomi dari 1 juta eksemplar menjadi 40 ribu eksemplar. Hal ini
dipengaruhi langsung oleh perkembangan teknologi digital, khususnya
perkembangan internet.
Pada tahun 2011, jumlah pengguna internet
lebih kurang 2,2 Miliar orang, atau sama dengan 1/3 jumlah penduduk dunia.
Indonesia tercatat sebagai negara pengguna internet terbesar ke-8 dunia, lebih
kurang 22,1 %, dari jumlah penduduk. Kalau kita cermati pengguna internet
di Indonesia sebagian besar berada di perkotaan, namun saat ini masyarakat
dipedesaan sudah banyak yang menggunakan internet. Warung internet menjamur
sampai ke seluruh pelosok tanah air.
Perkembangan
teknologi komunikasi seperti smartphone mempengaruhi cara orang berkomunikasi
satu dengan yang lainnya. Informasi dengan cepat dan mudah diakses masyarakat.
Teori Rogers, mengelompokan masyarakat sebagai pengguna awal 13,5%, mayoritas
awal 34 %,, mayoritas akhir 34 % dan laggard 16 %. Kita berada
pada kelompok mayoritas akhir ( late majority ). Masyarakat kita lebih hati –
hati mengenai sebuah inovasi baru. Mereka menunggu sehingga kebanyakan orang
telah mengadopsi sebelum mereka mengambil keputusan.
Kepentingan
ekonomi mendorong mereka untuk mengadopsi inovasi. Kita pengguna internet
terbesar ke 8 di dunia, dihadapkan dengan jumlah penduduk 1/5 penduduk
Indonesia sudah menggunakan Internet. Kita terlambat mengadopsi teknologi
digital jika dibandingkan dengan negara-negara didunia, yang sudah mengadosi
terlebih dahulu. Trend perkembangan teknologi
digital begitu pesat, menuntut kita untuk harus selalu berinovasi, kreatif dan
menyesuaikan diri dengan kondisi nyata dilapangan. Kecendrungan masyarakat saat
ini, lebih suka membuka internet untuk mengakses informasi ketimbang membaca di
media konvensional, Media cetak tertinggal dari media digital, namun tetap
eksis apabila dapat beradaptasi dengan baik sesuai perkembangan saat itu.
Strategi dan sumber daya manusia harus diantisipasi sejak dini.
Para
era digital, para pengusaha industri media cetak melakukan inovasi dengan
mengembangkan produknya dengan memanfaatkan teknologi digital diantaranya
Enewspapar, Ebook, Emagazine, Ipad dan Tablet PC. Kombinasi produk dilakukan
untuk meraih konsumen sebanyak-banyaknya. Strategy ini dilakukan untuk menyentuh
para konsumen yang pada era digital untuk tetap membeli produk media cetak yang
saat ini menggunakan teknologi digital. Sekali dayung dua pulau terlewati.
Konsumen tetap ingat dengan produk media cetak dan akan tetap membelinya,
walaupun saat ini sudah menggunakan teknologi digital untuk mengakses informasi
yang diperlukan.






COMMENTS