Oleh : Adnan NA
Sebuah perubahan itu memang harus diciptakan, bukan
menunggu akan adanya perubahan itu sendiri dengan keterbatasan aspek yang
ada, santri luqmaniyyah tetap bisa berkreasi
mengembangkan bakat yang ditekuninya selama ini, di Bulan Februari ini
pengurus PP. Al-Luqmaniyyah mengadakan kegiatan yang bertujuan mengembangkan
sumber daya santri atas bakat yang dimilikinya, mulai dari pelatihan fotografi,
seminar menghafal al-Qur’an, pelatihan ilmu arudh, pameran kaligrafi dan handy
craft, serta pengembangan bahasa dengan metod on the track, yaitu dengan
menghadirkan teman diskusi dari negara sahabat yang belajar di Indonesia.
Turis yang dihadirkan sebanyak lima orang, diantaranya
dari negara Jerman, Libiya dan Taiwan, ternyata santri-santri tidak canggung
dan bisa dibilang komunikatif dalam berdialog dengan turis tersebut, ini
merupakan suatu gerakan revolusi mental dengan segala keterbatasan yang ada,
santri-santri tetap bisa mengikuti arus derasnya tantangan.
Dengan meriahnya BEE bertepatan juga Harlah PP.Al-Luqmaniyyah
yang ke-15 dalam hal ini mauidhah hasanah disampaikan oleh Prof.Dr.K.H Malik
Madiani, MA yang juga katib am PBNU memberikan wejangan dimana pentingnya
menjaga tradisi pesantren dan menjaga hubungan dengan lingkungan sekitar.






COMMENTS