Oleh : Charis
Pemuda. Banyak pengertian untuk menjelaskan mengenai satu kata ini. Siapa
yang dimaksud dengan pemuda itu? Jika boleh penulis
boleh mengartikan, pemuda adalah makhluk istimewa dengan penuh kesempatan serta
diberi banyak pilihan untuk menentukan arah jalan hidupnya. Atau bahkan lebih
jauh lagi, bisa juga diartikan sebagai penentu dan penggerak berjalannya roda
kehidupan suatu bangsa, negara dan agama.
Begitulah kira-kira istilah yang bisa
penulis definisikan. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat keterangan dari Al
Qur'an Surat Al Kahfi ayat 10 berikut :
(Ingatlah)
tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka
berdoa: "Wahai Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada Kami dari sisi-Mu dan
sempurnakanlah bagi Kami petunjuk yang lurus dalam urusan Kami (ini)." (Q.S Al Kahfi : 10)
Ayat di atas menceritakan tentang lima orang pemuda (ashabul kahfi) yang
teguh pendirian dalam mempertahankan keimanan mereka dan enggan menyekutukan
Allah SWT. Jika kita mencermati, sesungguhnya mereka (ashabul kahfi) memiliki
umur yang sudah tidak muda lagi, bila dilihat dari lamanya mereka hidup di
dunia. Mereka ditidurkan oleh Allah selama beratus ratus tahun lamanya (dalam
tafsir Ibnu Katsir disebutkan selama 309 tahun) dalam gua karena menghindari
kejaran raja yang lalim dan menyuruh penduduk menyembah kepadanya. Namun karena
mereka teguh pendirian dalam mempertahankan akidah mereka dan tidak mau
menyembah raja karena hal itu termasuk menyekutukan Allah, maka mereka disebut dengan istilah
"pemuda" dalam ayat tersebut. Sungguh menarik, mengapa Allah menyebut dengan kata pemuda
pada ayat ini. Tentu lah ada latar belakang dan alasan mengapa Allah
menggunakan kata pemuda ini.
Dari ayat di atas, dikuatkan lagi
dalam sebuah riwayat dari Sulaiman bin Ja’far, dia berkata: Imam Ja’far bin
Muhammad berkata : “wahai sulaiman, siapakah pemuda itu?” kemudian aku
menjawab: “….. pemuda bagi kami adalah orang yang masih muda.” Lalu beliau
berkata kepadaku : “seperti yang kau tau bahwa Ashabul Kahfi semuanya adalah
orang-orang tua akan tetapi Allah menamai mereka sebagai pemuda karena keimanan
mereka. Wahai sulaiman, barangsiapa beriman kepada Allah dan bertakwa maka
dialah pemuda.”
Di waktu lain imam Ja’far As-shodiq pun pernah berkata : “ pemuda
adalah seorang mukmin.” Maka inilah
definisi terbaik untuk kata pemuda, kata-kata apa lagi yang lebih indah dan
benar selain dari Al-Qur’an dan kalam suci Rasul dan Ahlulbaitnya.
Sudah sangat jelas bila kita melihat pengertian yang dimaksud dalam
riwayat di atas. Pemuda bukan lah orang
yang usianya masih muda. Namun sejatinya pemuda adalah setiap pribadi yang berjiwa
mukmin sejati, teguh pendirian dalam mempertahankan
keimanan dan kebenaran, serta siap
mempertahankan keyakinan yang benar sesuai syariat. Selain itu juga rela
berkorban membangun bangsa dan berjuang dalam agama.
Menyinggung mengenai pemuda, maka santri termasuk dalam bagian ini pula.
Kaum santri dikenal sebagai kaum muda yang selalu identik dengan penampilan
islami dan kopiah serta kitab kuning yang selalu dikenakannya setiap hari.
Namun belakangan ini santri tak hanya berkutat pada pelajaran kitab kuning yang
diajarkan di dalam pondok pesantren saja. Kiprah kaum muda dengan status yang
satu ini telah merambah dalam aspek dan bidang-bidang umum lainnya.
Sebagai seorang pemuda sekaligus seorang santri yang cinta tanah air
hendaklah bisa menyesuaikan diri dan bisa menjadi pelopor penegak berdirinya
kejayaan bangsa dan agama. Siapa lagi kalau bukan pemudanya. Siapa lagi yang akan
melanjutkan perjuangan para pahlawan kalau bukan kaum mudanya. Begitu pula
Islam yang harus disyiarkan dan ditegakkan.
Bersyukur, dengan adanya
pengakuan identitas santri oleh pemerintah dengan ketetapan presiden mengenai
Hari Santri Nasional dua tahun lalu serta peringatan yang diadakan pada tanggal
22 Oktober kemarin menjadikan status santri menjadi semakin dibanggakan bagi
mereka yang merasa mengenyam pendidikan di pesantren. Dengan adanya pengakuan pemerintah
tersebut santri semakin percaya diri dengan status yang disandangnya dan
hendaknya bisa memberikan kontribusi positif secara lebih luas lagi kepada masyarakat
luas, terkhusus kepada masyarakat, negara
dan agama.
Kita pun tahu, bahwa pejuang-pejuang kemerdekaan melawan penjajah
kolonial saat itu adalah para pemuda. Semangat jihad yang dikobarkan oleh Bung
Tomo di Surabaya setelah dicetuskannya fatwa jihad oleh Hadrotus Syaikh Hasyim
Asy'ari membuat semangat perjuangan para pemuda dan para santri saat itu semakin
berkobar. Dari sini kita bisa melihat bahwa pemuda merupakan aset terbesar
suatu bangsa dan agama. Sebagai penerus perjuangan para pahlawan, pemuda
hendaknya bisa melanjutkan kemerdekaan bangsa Indonesia yang sudah
diperjuangkan dengan segala tumpah darah dan kepedihan itu. Dengan peringatan
sumpah Pemuda dan hari pahlawan ini, mari bahu membahu sesama pemuda jangan
sampai terpecah belah oleh hal-hal sepele tanpa mempertimbangkan keutuhan
persatuan dan kesatuan bangsa. Terakhir, sebagai penutup, kiranya penulis boleh
mengutip sebuah pesan dari bapak proklamator kita, “Perjuanganku lebih mudah
karena melawan penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan
bangsamu sendiri”.






COMMENTS